Cerpen Rudi Setiawan

Pada hari penghisaban (penghitunngan atas amal perbuatan manusia) sedang mengantre empat orang manusia dengan berlainan profesi sewaktu masih hidup di dunia.

Manusia pertama bernama Alim, yang konon sewaktu masih hidup di dunia adalah seorang kyai yang sangat terkenal keluasan ilmunya dan kesalehan ibadahnya serta mempunyai ribuan santri.
Manusia kedua bernama Somad, yang mana sewaktu masih hidup di dunia berprofesi sebagai Kepala Desa yang sangat disayangi oleh warganya karena kejujuran dan keadilannya.

Manusia ketiga bernama Badri, dimana sewaktu hidupnya merupaka seorang juragan yang sangat kaya raya serta terkenal pula kedermawanannya dan kemurahan hatinya dalam menolong dan membantu orang-orang yang kesusahan.

Manusia keempat bernama Soleh, yaitu ketika hidupnya adalah merupakan seorang tukang becak yang biasa mangkal di terminal.
Keempatnya sewaktu didunia tinggal di desa yang sama, meskipun bukan tetangga yang saling berdekatan rumahnya.
Dan kebetulan pula kematian merekapun hampir bersamaan waktunya, meskipun dari sebab yang berbeda-beda.

Kyai Alim, meninggal dunia karena sakit sepuh (tua) karena beliau memang ditakdirkan Allah SWT berusia lanjut, hingga kira-kira 95 tahun.

Lurah Somad, meninggal karena terbunuh oleh seorang pesaing politiknya yang iri dengki melihat pengaruh Lurah Somad yang demikian kuat pada semua warganya. Pesaingnya ini merasa dendam akibat dikalahkan sewaktu PILKADES, padahal dia sudah mengelurakan uang demikian banyak untuk menyuap dan membayar penduduk supaya memilihnya.

Haji Badri (demikian biasanya orang menyebutnya), meninggal akibat sakit komplikasi yang membuatnya harus menginap selama sebulan di sebuah rumah sakit ternama di sebuah kota besar ibukota provinsi.
Kang Soleh, meninggal dunia disebabkan karena kecelakaan di jalan raya, dimana sewaktu kang Soleh pulang dari mangkalnya di terminal, ditengah perjalanan sebuah truk tronton dengan kecepatan tinggi menabraknya dari belakang yang mengakibatkan dia tewas seketika di jalan itu.
……………………………….
Ketika itu yang mengantri paling depan adalah Kyai Alim.
Maka berkatalah Malaikat penghitung kepadanya:
“ He fulan, melihat kitab catatan amalmu kamu harus masuk neraka !” demikian Malaikat berkata sambil membentak.
“ Perkenalkan, nama saya Alim, selama hidup saya adalah seorang kyai yang wara’, zuhud dan ‘alim serta selalu mengamalkan dan mengajarkan ilmu saya kepada banyak sekali murid di pesantren saya, seumur hidup saya selalu membaktikan diri saya untuk agama dan umat, kenapa saya mesti masuk neraka ?“ Kyai Alim berupaya memprotes.

ilustrasi kang soleh


“ Iya betul, tetapi dalam setiap amaliyahmu selalu terselip perasaan ujub, kau selalu merasa paling alim, paling wara’, paling zuhud, paling khusyuk, maka kau tak pantas masuk syurga, karena sifat ujub adalah bagian dari kesombongan, tempatmu adalah neraka, maka pergilah kau kesana!”, Malaikat membentak, lalu melemparkannya ke neraka.

Pengantri yang kedua adalah Lurah Somad, yang kemudian dipanggil pula untuk menghadap.
“ He fulan, melihat kitab catatan amalmu kamu harus masuk neraka !” Malaikat berkata kepada Lurah Somad.

“ Lho kok bisa begitu Malaikat ? “ protes Lurah Somad.

“ Padahal selama hidup saya tidak pernah maksiyat kepada Allah, saya selalu menjalankan perintah agama dengan sungguh-sungguh, dan juga sewaktu menjadi Kepala Desa saya selalu bersikap adil, jujur, amanah, mengayomi seluruh rakyat saya, mensejahterakan kehidupan mereka serta menjadikan desa saya adil, makmur dan sejahtera”, jelas Lurah Somad membela diri.

“ Benar Lurah Somad, tetapi perlu kau ketahui bahwa dibalik sikap adilmu dan pengayomanmu kepada rakyatmu karena engkau kepingin terkenal, kepingin masyhur, dan kepingin dipuja-puja oleh rakyatmu, agar melanggengkan kekuasaanmu, sifat seperti ini adalah bagian dari kesombongan, dan kau harus masuk neraka !”, dengan bengis Malaikat berkata, kemudian menyeretnya menuju neraka.

Berikutnya yang datang menghadap adalah Haji Badri.
“ He fulan, melihat kitab catatan amalmu kamu harus masuk neraka !” bentak Malaikat kepada Haji Badri.

“ Mohon maaf Malaikat yang terhormat, mengapa saya harus masuk neraka, dahulu sewaktu masih hidup didunia, saya seorang yang dermawan, hampir seluruh harta saya belanjakan di jalan Allah, untuk berzakat, infaq dan sedekah, pendeknya setiap orang yang membutuhkan uluran tangan saya selalu saya bantu, hutang piutang mereka saya lunaskan, kesulitan mereka saya mudahkan”, Haji Badri mencoba menerangkan.

“ Ketahuilah wahai Haji Badri, semua kedermawananmu itu sia-sia belaka, karena kau menyembunyikan perasaan riya’, pamer dan mengharapkan pujian dari manusia lain, dengan demikian kau telah berbuat kesombongan, maka dari itu tempatmu adalah neraka !”, sambil berkata demikian Malaikat membuang Haji Badri kedalam neraka.

Kemudian datanglah kang Soleh dengan mengendarai becaknya mengantri dihadapan Malaikat.

“ He fulan, melihat kitab catatan amalmu kamu pantas masuk syurga !” Malaikat berkata dengan lembut kepada kang Soleh.

“ Karena dibalik kemiskinannmu kamu tidak berputus asa dari rahmat Allah, kamu selalu bersyukur dan tidak pernah mengeluh, serta semua ibadah yang kamu lakukan dilandasi rasa ikhlas semata-mata kepada Allah, maka dari itu Allah mengganjarmu dengan syurga-Nya “, Malaikat melanjutkan penjelasannya.

“ Terima kasih wahai Malaikat, tetapi saya tidak mau masuk syurga kalau Kyai Alim juga tidak masuk syurga !”, kata kang Sholeh.

“ Lho kenapa ?”, tanya Malaikat.

“ Sebab, saya bisa tahu cara beribadah, saya belajar teori keikhlasan adalah karena saya berguru dan mengaji kepada Kyai Alim, maka saya tidak mau masuk syurga jika guru saya Kyai Alim tidak dimasukkkan ke syurga !”, harap kang Sholeh.

“ Baik, baik, atas kemurahanmu, Kyai Alim boleh masuk syurga bersamamu “, kata Malaikat.

“ Iya tetapi saya tetap tidak mau masuk syurga, jika Lurah Somad tidak masuk syurga “, kang Sholeh menyanggah lagi.

“ Lho ada apa ini ?”, heran Malaikat.

“ Karena berkat keadilan Lurah Somad serta perlindungannya kepada kaum miskin seperti saya, maka saya merasa hidup tentram dan nyaman di desa itu, maka saya mohon agar Lurah Somad bisa masuk syurga bersama saya “, kang Soleh memohon.

“ Boleh, boleh, berkat kemurahanmu pula, Lurah Somad bisa masuk syurga bersamamu “, kata Malaikat.
“ Malaikat boleh tidak aku minta satu permintaan lagi ?”, tanya kang Soleh.

“ Apa permintaanmu selanjutnya ?”, balik tanya Malaikat.
“ Aku minta Haji Badri, dimasukkan syurga pula bersamaku ,” jawab kang Soleh.

“ Apa alasan yang kamu ajukan, mengajak Haji Badri ke syurga bersamamu ?”, kembali Malaikat bertanya.
“ Karena Haji Badri sering kali membantuku jika aku kesulitan, dan harap diketahui wahai Malaikat, bahwa becak yang merupakan saranaku mencari rejeki dengan halal di jalan Allah ini merupakan pemberian dari Haji Badri, demikian harap kiranya Haji Badri dimasukkan syurga bersama saya ,” harap kang Soleh.

“ Baik, baik, sebab kemurahanmu kalian berempat boleh masuk syurga bersama-sama “, demikian Malaikat menutup persidangan empat orang tersebut.

Lalu mereka berempatpun bersama-sama naik syurga dengan membonceng becak kang Soleh, yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. (Wallaahu A’lam Bishowab)

Doha, 5 October 2010
Rudi Setiawan: Lahir di Kertosono, Jawa Timur 02 Juni 1976, seorang TKI yang saat ini sedang bekerja di Doha, Qatar. Menulis cerpen dan puisi-puisi yang di share di facebook dan media-media online.

Arman Wiranata seorang dosen filsafat. Pria muda berpandangan progresif dan terbuka. Fitriyana Maria Lucci , desainer interior lulusan kampus terkemuka. Wanita berparas cantik tapi selalu tampak resah, seolah menanggung segunung beban.

Rasa penasaran Arman tentang sosok Fitriyana Maria Lucci mungusiknya untuk mencari tahu, siapa wanita cantik itu? Wanita yang menyembunyikan sisi kewanitaan yang tidak dimiliki wanita pada umumnya. Paraskah?

Ada tanda tanya besar yang tersembunyi, tentang kepribadiannya kah?! Tentang realisasi kehidupan yang dipandang tabu, tidak wajar. Yang memaksa Maria bersembunyi dibalik diri Wanita berparas latin itu. Yang ia bungkam!

Bukan seorang Arman, kalau hanya berdiam. Dan hanya pasrah dengan waktu. Ia terus mencari, menelusuri setiap jejak yang wanita itu tinggalkan. Maria?siapa wanita itu?! Dia bersembunyi di balik kebenarannya.

Yach, kebenaran identitas diri sebagai manusia yang FITRAH. Kehadiran Maria merubah kepribadian Arman menerima kebenaran antara teoritis dan praktis. Mampukah Arman menerima Maria seutuhnya? Maria yang berbeda dengan Wanita lainnya. Karena MARIA (BUKAN) Wanita Biasa.

Ada beberapa point yang tidak diungkap dalam sinopsis ini, demi menjaga satu misi persetaraan transsexual yang menjadi hal yang tabuh dikalangan masyarakat, dan menjadi satu ancaman jika mengunggap dan membedah seluruh isi dalam novel ini. Semoga tak ada lagi istilah MELANGGAR KODRAT yang selama ini menjadi doktrin nyeleneh tanpa fakta dan alasan tertentu.

Akhirnya Novel yang menjadi andalan kita dalam mewujudkan kesamaan hak. Cukuplah dengan karya ini kita mampu menyuarakan pada dunia, BAHWA KITA SAMA serta memiliki kebebasan hak untuk mewujudkan arti jati diri ( legalitas transsexual ) walau terkadang menjadi satu cambuk dan ancaman dari beberapa pihak yang tidak menginginkan adanya karya ini muncul ke permukaan. Tetapi janganlah langkah kita terhenti lantaran hambatan yang mengganjal.
BERHENTILAH !!! berjuang dengan kekerasan SAATNYA TRANSSEXUAL dan kehadiran kita dapat diterima oleh semua. Novel ini yang akan menjelaskannya dan menjawab tabir yang selama ini menyudutkan kaum kita, anggaplah novel ini sebagai panduan yang menjelaskan siapa diri kita. Walau resiko yang kita hadapi sangat fatal dan berujung ancaman apapun, NOVEL INI HARUSLAH TERBIT…..
Berlahan satukan persepsi dan ubah pandangan dunia, setelah ini barulah berlahan merambah ke negara-negara ASIA untuk memperjuangkan hak dari kaum marginal yang tersudut.
Kini saatnya kita perjuangkan Hak kita sebagai pelaku DEMOKRASI yang bebas mengutarakan isi dan misi yang kita upayakan. Bahwa kita sama dan bukan melanggar kodrat Tuhan. Jangan khawatirkan Fatwa-fatwa yang muncul di kalangan orang-orang yang mencari untung dari gerakan dan usaha dalam menyatukan persepsi dan perjuangan kita. Mereka BUKANLAH TUHAN!!! Yang menganggap semua yang mereka keluarkan adalah mutlak suara dari Tuhan, meraka sama dengan kita, hanya sekelompok orang yang mencari eksistensi dan pengakuan bahwa dialah orang-orang yang suci atau merasa suci.
ANJING MENGGONGGONG KAFILAH TETAPLAH BERLALU.

Karya yang kita keluarkan ini, menjadi satu panduan wajib yang mesti dimiliki. Agar jelas maksud dan tujuan gerakan yang telah lama kita perjuangkan. Mulai dari kongres tingkat nasional, upaya kita digoyahkan oleh lembaga radikalis yang menganggap kita adalah kaum atau bagian yang mesti dihancurkan dan dilarang menunjukan eksistensi, bahkan perlombaan dan penyulahan yang kita selenggarakan sering kali dibubarkan secara paksa tanpa ber-pri kemanusiaan dan tidak menganggap tak ada manusia seperti kita.

Dalam naskah novel ini, bukan kita memanfaatkan Agama yang mayoritas dalam mengunggap fakta kebenaran, tetapi mengikuti apa yang menjadi acuan hukum yang memang salah dan perlu dibenarkan atau kebenaran yang sering disalahkan. Semua diputar balik fakta dan kebenarannya.
Hadapi semua itu dengan tenang, jangan salah langkah untuk menuju satu hasil maksimal dan perjuangan yang sia-sia yang nantinya berlahan kita kuasai media untuk meluruskan fakta-fakta yang terkuak dalam novel ini dan menjadi pembenaran, barulah kita lanjutkan dengan action plan yang dapat merubah wacana tentang ini semua, kemenangan akan memihak kepada kita tak perlu lagi bergerak dengan frontal dan tak berarah. Cukup ini menjadi bukti perjuangan di depan mata tentang novel yang memang KONTROVERSI dan menjelaskan hukum yang mesti terang dan dipahami khalayak umum, BAHWA GANTI KELAMIN ITU HALAL dalam novel yang sebentar lagi muncul.
Mohon diteruskan informasi ini kepada rekan-rekan LSM yang memperjuangkan hak-hak kau yang tersudutkan seperti kita.
(sandi pengiriman agen-agen, mohon dilampirkan 00873778 )

A

LAWATAN OBAMA 2010

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah membuat geram Israel dengan menyatakan bahwa tempat-tempat bersejarah di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Baitul Maqdis (Yerusalem)-yang disucikan baik oleh kaum Muslim dan Yahudi-adalah milik bangsa Palestina.

Dewan UNESCO, dalam sidang dua tahunan yang berakhir pekan lalu, menetapkan proposal yang diajukan oleh negara-negara anggota Islam tentang situs-situs bersejarah dan dinilai suci baik oleh Kaum Yahudi dan Muslim.

Israel, awal tahun ini, memasukkan dua situs suci di Tepi Barat yaitu masjid Ibrahimi dan Masjid Bilal ke daftar warisan mereka.

Warga Palestina menilai penambahan dua situs tersebut ke dalam daftar warisan bersejarah Israel sebagai perampasan wilayah.

DPA (29/10) melaporkan, “Terkait masalah Masjid Bilal ewan UNESCO melakukan voting dengan hasi 44 suara setuju melawan satu suara menentang dan 12 abstain. Hasil voting tersebut menegaskan kembali bahwa situs tersebut “merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Palestina dan bahwa setiap tindakan sepihak dari pihak Israel harus dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.”

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan yang menilai keputusan UNESCO itu bersifat politis. “Penentuan situs-situs bersejarah di Tepi Barat yang disucikan baik oleh kaum Muslim dan Yahudi adalah tindakan “tidak masuk akal,” katanya.

Dewan Eksekutif UNESCO juga menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas operasi penggalian yang sedang berlangsung di bahwa tanah Masjid Al-Aqsa.

UNESCO dikecam para pejabat dan media Israel dengan alasan yang mereka sebut dengan “pendistorsian sejarah dan politisasi warisan budaya”.

Selama konflik 1967, Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Baitu Maqdis timur, aksi yang telah berulang kali dikecam masyarakat internasional. (Irib.ir)

Tentara Pertahanan Israel (IDF) berencana memblokir sejumlah situs internet ternama, termasuk di antaranya situs jejaring sosial Facebook dan Twitter, demikian juga dengan penyedia layanan email seperti Gmail, kata seorang pejabat intelijen militer Israel kepada Channel 2.

Kepala korps keamanan informasi intelijen Israel, Gadi Abudi mengatakan bahwa situs-situs tersebut akan diblokir di komputer-komputer yang tersambung ke internet di pangkalan-pangkalan militer dan kantor-kantor tempat penyimpanan materi rahasia.

Namun, situs-situs tersebut tetap dapat diakses dari komputer-komputer yang terletak di ruang istirahat unit tersebut.

Para prajurit juga tetap bisa mengakses situs-situs yang dilarang dari telepon seluler masing-masing.

Abadi menerangkan, pemblokiran tersebut dilakukan demi keamanan di bidang informasi.

“Kami memberikan banyak pujian kepada para prajurit IDF,” katanya. “Mereka adalah prajurit yang baik yang amat peduli dengan keamanan, tapi mereka tetap manusia. Saat seorang prajurit ada di kantornya di dalam sebuah unit, maka risiko kebingungan dan kesalahan semakin tinggi. Saat Anda memisahkan lingkungan kerja dari lingkungan di luar operasi, maka jumlah kesalahan menurun secara signifikan,” tambahnya.

Setelah Perang Libanon Kedua pada tahun 2006, IDF mendirikan sebuah unit khusus yang bertujuan untuk mencegah kebocoran informasi rahasia di internet melalui situs jejaring sosial. Unit tersebut memindai serangkaian situs populer seperti Facebook, Twitter, dan Myspace untuk mencari adanya celah keamanan.

Intelijen militer juga menyebarkan sebuah memo mengenai protokol pemindahan informasi di internet untuk menaikkan kewaspadaan terhadap bahaya terjadinya kebocoran informasi karena tidak hati-hati.

“Siapa yang menyerahkan hadiah kita kepada Hamas?” demikian isi memo tersebut. “Foto-foto yang bisa menjadi petunjuk terbongkarnya informasi rahasia telah dipasang di sebuah forum Hamas! Foto-foto itu termasuk senjata-senjata IDF, latihan militer selama berlangsungnya Cast Lead (pembantaian Gaza 2008-2009), foto-foto para pejabat senior, sebuah foto pesawat tanpa awak dan masih banyak lagi. Sebagian besar foto tersebut diunggah ke situs-situs jejaring sosial oleh para prajurit IDF.

“Terungkapnya informasi rahasia bisa merusak elemen kejutan dan bisa mengakibatkan serangan terhadap pasukan kita,” tambah memo itu.

Letnan Kolonel Gali Abudi pada hari Selasa mengatakan gagasan tersebut dilakukan untuk mencegah informasi positif mencapai tangan musuh-musuh Israel dan melalui situs media populer.

April lalu, Israel melarang para turis menuju Israel membawa komputer tablet baru dari Apple, iPad karena mengklaim bahwa teknologi nirkabel yang dibenarmkan kepada perangkat tersebut, hal itu melahirkan tanda tanya di Israel dan Silicon Valley.

Kementerian Komunikasi Israel mengatakan, larangan itu diberlakukan karena teknologi Wi-Fi nirkabel iPad dibangun sesuai dengan standar AS. Standar AS mengizinkan sinyal yang lebih kuat dibandingkan standar Eropa dan Israel.

“Kekuatan perangkat nirkabel peranti ini melanggar hukum Israel dan akan melampaui kekuatan perangkat nirkabel lainnya di Israel,” kata Yechiel Shavi, juru bicara kementerian.

Shavi menambahkan, larangan itu diberlakukan hingga Apple merilis versi iPad yang dibuat berdasarkan spesifikasi nirkabel Eropa.

Sementara seorang juru bicara Apple mengatakan, “iPad sudah sejalan dengan spesifikasi standar Wi-Fi industri internasional.”

Richard Doherty, seorang analis perusahaan konsultan teknologi, Envisioneering Group, mengatakan bahwa Apple mempergunakan chip Wi-Fi standar berdasarkan standar industri yang dipergunakan secara luas di dalam iPad. Ia mengatakan, “Keputusan pemerintah Israel tidak masuk di akal. Jika mereka paranoid dengan iPad, maka seharusnya mereka juga paranoid terhadap Blackberry dan iPhone.” (Suaramedia.com)

ISLAM

Posted: October 19, 2010 in Uncategorized