GANTI KELAMIN HALAL…NOVEL KOTROVERSI THE LOST BUTTERFLY, akhirnya DITERBITKAN

Posted: August 24, 2010 in Uncategorized

Pada Selasa (27/7), MUI mengumumkan sejumlah fatwa haram, antara lain mengubah alat kelamin dengan sengaja tanpa ada alasan alamiah dalam diri yang bersangkutan. MUI juga melarang kepada siapa saja untuk membantu melakukan operasi ganti kelamin. Organisasi profesi kedokteran diminta untuk membuat kode etik kedokteran terkait larangan praktik operasi ganti kelamin.
Apakah Fatwa MUI seperti ini mampu mengatasi dan menjadi solusi untuk mereka yang terjebak dalam dua identitas diri ? Dan dimana letak toleransi serta nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi disetiap agama. ataukan para human who was trapped in the two sexes, sebagai satu product kegagalan TUHAN?! toh, mereka sama memiliki hak untuk mementukan identitas diri mereka. Hal ini yang mendasari munculnya novel the lost butterfly ((Bukan) Perempuan Biasa), novel pemikiran dan kontroversi, bukan sebuah karya yang terbilang roman picisan.

Walau sempat beberapa kali gagal untuk diterbitkan karena kontrioversi yang dianggap membela kaum minor,” HUMAN Who was trapped in the two sexes (manusia yang terjebak dalam dua kelamin) akhirnya dicetak dan diterbitkan juga. serta berakibat kepada konflik yang akan ditimbulkan apabila novel ini muncul. Dengan latar setting dari sudut agama mayoritas, yang membenarkan dan membolehkan berganti kelamin, dengan catatan tertentu.
Senada pemberlakuan dan fatwa “HARAM” operasi ganti kelamin, jauh disudut diskriminasi, para waria memliliki jeritan hati tersendiri dengan fenomena pengucilan diri mereka. Hal ini dialami Sinta seorang waria yang mengutarakan keluh dan kesahnya.

“Terus terang saja, siapa pun tidak mau dilahirkan seperti saya (waria) ini. Tapi, saya juga harus ikhlas menjalaninya. Bagaimana tidak, saya harus dikucilkan dari keluarga. Belum lagi diolok-olok teman-teman. Sedih sekali,” kata Sinta, sebut saja begitu, salah satu waria yang dilansir dari media RADAR MALANG.

Dalam hidupnya Sinta merasa lebih banyak diwarnai kesedihan dibandingkan kesenangan. Di rumah sudah dimarahi saudara-saudaranya. Salah satu perilakunya dinilai aneh dan keluar rumah masih harus menanggungnya. Terkadang juga masih mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan.
Apa orang semacam Shinta ini harus dikucilkan dan dianggap satu product tuhan yang gagal?!

This slideshow requires JavaScript.

Belum lagi gonjang-ganjing issue bahwa AGAMA TERTENTU MENGHARAMKAN mengganti kelamin, secara tidak langsung Agama yang seharusnya memberikan kenyaman baik hukum maupun ajarannya, apa justru mengucilkan ummatnya?! Dimana nilai KEMANUSIAAN?! sampai-sampai agama sendiri tidak menerima kehadiran mereka dan dianggap MELANGGAR KODRAT TUHAN. kodrat seperti apa yang mereka langgar?!

Novel The Lost Butterfly sebagai wujud pengakuan dan EKSISTENSI kontroversi kaum WARIA/MARIA. Wacana ganti Kelamin yang mereka bawa dalam novel ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s